Bank dan Lembaga Keuangan Nonbank 1

Perbedaan prinsip manajemen bank umum dan bank syariah adalah :

  • Bank syariah
    • Islam memandang harta yang dimiliki oleh manusia adalah titipan atu amanah Allah SWT,sehingga cara memperoleh dan mengelola juga memanfaatkannya harus sesuai ajaran islam.
    • Bank syariah mendorong nasabah untuk mengupayakan pengelolaan harta nasabah (simpanan) sesuai ajaran islam.
    • Bank syariah menempatkan karakter atau sikap nasabah maupun pengelola pada posisi yang sangat penting dan menempatkan sikap akhlakul karimah sebagai sikap dasar hubungan antara nasabah dan bank itu sendiri.
    • Adanya kesamaan ikatan emosional yang kuat didasarkan prinsip keadilan,kesederajatan,dan ketentraman antara pemegang aham,pengelola bank,dan nasabat atas jalannya usaha bank syariah.
    • Prinsip bagi hasil :
      • Penentuan besarnya resiko bagi hasil dibuat pada waktu akad dengan berpedoman pada kemungkinan untung dan rugi.
      • Besarnya nisbah bagi hasil berdasarkan pada jumlah keuntungan yang diperoleh.
      • Jumlah pembagian hasil meningkat sesuaidengan peningkatan jumlah pendapatan.
      • Tidak ada yang meragukan keuntungan bagi hasil.
      • Bagi hasil tergantung pada keuntungan proyek yang dijalankan.Jika proyek itu tidak mendapatkan keuntungan maka kerugian akan ditanggung bersama oleh kedua belah pihak.

 

  • Bank Umum (Konvensional)
    • Pada bank konvensional,kepentingan pemilik dana (deposan) adalah memperoleh imbalan berupa bunga simpanan yang tinggi,sedang kepentingan pemegang saham adalah memperoleh spred yang optimal antara suku bunga simpanan dan suku bunga pinjaman (mengoptimalkan interest defferent).Dilain pihak kepentingan pemakai dana (debitor) adalah memperoleh tingkat bunga yang rendah (murah).Dengan demikian terhadap ketiga kepentingan dari tiga pihak tersebut terjadi antagonism yang sulit diharmoniskan.alam hal ini bank konvensional berfungsi sebagai lembaga perantara saja.
    • Tidak ada ikatan emosional yang kuat antara pemegang saham,pengelola bank dan nasabah karena masing-masing pihak mempunyai keinginan yang bertolak belakang.
    • Sistem Bunga :
      • Penentuan suku bunga dibuat pada waktu akad dengan pedoman harus selalu untung untuk pihak Bank.
      • Besarnya prosentase berdasarkan pada jumlah uang (modal) yang dipinjamkan.
      • Jumlah pembayaran bunga tidak mengikat meskipun jumlah keuntungan berlipat ganda saat keadaan ekonomi sedang baik.
      • Eksistensi bunga diragukan kehalalannya oleh semua agama termasuk Islam.
      • Pembayaran bunga tetap seperti yang dijanjikan tanpa pertimbangan proyek yang dijalankan oleh pihak nasabah baik untung maupun rugi.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s